KIPPI Serukan Port Logistics Inclusive Ekosytem Di Indonesia
SIARAN PERS KIPPI KIPPI SERUKAN PEMBANGUNAN PORT LOGISTICS INCLUSIVE ECOSYSTEM Membangun Pelabuhan yang Efisien, Terbuka, Kompetitif dan Inklusif Jakarta, 22 September 2026
Rilis. Siaran pers pihak lain, dimuat apa adanya.

SIARAN PERS KIPPI
KIPPI SERUKAN PEMBANGUNAN
PORT LOGISTICS INCLUSIVE ECOSYSTEM
Membangun Pelabuhan yang Efisien, Terbuka, Kompetitif dan Inklusif
Jakarta, 22 September 2026
Komite Independen Pemantau Pelabuhan Indonesia (KIPPI) menyerukan kepada pemerintah, BUMN, operator terminal, perusahaan pelayaran, industri, asosiasi usaha, EMKL, UMKM, trucking, depot, pergudangan, lembaga pembiayaan, perusahaan teknologi dan seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama membangun Port Logistics Inclusive Ecosystem.
KIPPI memandang bahwa pelabuhan bukan hanya terminal dan infrastruktur, tetapi merupakan ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak pelaku usaha dari berbagai skala.
Setiap pergerakan barang melibatkan rantai:
Terminal → PLP → EMKL → Trucking → TPS/Depot → Warehouse → Industri → Pasar
Karena itu, peningkatan efisiensi pelabuhan harus berjalan bersama dengan peningkatan akses usaha, persaingan sehat, kepastian layanan dan kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang.
DARI VENDOR MENJADI MITRA EKOSISTEM
KIPPI mendorong perubahan pendekatan:
Dari hubungan Principal–Vendor menuju Business Partnership dan Ecosystem Collaboration.
Perusahaan besar dan BUMN membutuhkan:
- efisiensi;
- kapasitas;
- fleksibilitas;
- inovasi;
- dan resilient supply chain.
Sementara EMKL dan UMKM membutuhkan:
- akses pasar;
- pembiayaan;
- teknologi;
- standardisasi;
- informasi;
- dan kesempatan untuk naik kelas.
Keduanya dapat saling memperkuat dalam satu ekosistem.
5 AGENDA KIPPI
1. FAIR MARKET ACCESS
Akses kemitraan dan kesempatan usaha dibangun berdasarkan kompetensi, kinerja, standar dan aturan yang jelas.
2. BUSINESS MATCHING
Membangun jembatan antara kebutuhan BUMN/perusahaan besar dengan kapasitas EMKL, UMKM dan pelaku usaha lainnya.
3. COLLABORATIVE SCALE
Mendorong konsorsium dan kerja sama antarpelaku usaha agar UMKM dapat memenuhi kebutuhan proyek berskala besar tanpa kehilangan kemandiriannya.
4. SHARED SERVICES
Mengembangkan akses bersama terhadap teknologi, digitalisasi, standardisasi, pembiayaan, legalitas dan peningkatan kapasitas.
5. PORT BUSINESS OBSERVATORY
Membangun data mengenai biaya, waktu layanan, akses pasar, kemitraan, persaingan dan hambatan usaha sebagai dasar perbaikan tata kelola dan kebijakan.
SERUAN KEPADA PARA PIHAK
Pemerintah dan Regulator
Menciptakan regulasi dan tata kelola yang memberikan kepastian, transparansi dan level playing field.
Pelindo, BUMN dan Operator Terminal
Membangun model kemitraan yang memungkinkan pelaku usaha lokal dan UMKM menjadi bagian dari rantai pasok dan layanan pelabuhan.
Perusahaan Pelayaran dan Industri
Memperluas supplier partnership dan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang memenuhi standar untuk masuk dalam rantai pasok.
EMKL dan UMKM
Meningkatkan profesionalisme, digitalisasi, keselamatan, tata kelola dan kemampuan berkolaborasi.
Perbankan dan Lembaga Pembiayaan
Mengembangkan pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakter bisnis logistik, termasuk berbasis kontrak, invoice dan supply chain.
Asosiasi Usaha
Berkembang dari sekadar wadah advokasi menjadi business ecosystem builder yang mempertemukan anggota dengan pasar, teknologi, pembiayaan dan mitra strategis.
MEMULAI DARI TANJUNG PRIOK
KIPPI memandang Tanjung Priok dapat menjadi salah satu laboratorium awal untuk mengembangkan model ekosistem tersebut.
Berbagai pelaku usaha, terminal, BUMN, perusahaan pelayaran, EMKL, trucking, TPS, depot, industri dan regulator telah membentuk ekosistem yang kompleks.
Tantangannya adalah bagaimana ekosistem tersebut dapat semakin:
TERINTEGRASI
EFISIEN
TRANSPARAN
KOMPETITIF
INKLUSIF
Model yang berhasil di Tanjung Priok kemudian dapat dikembangkan dan disesuaikan di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia.
SERUAN BERSAMA
KIPPI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak melihat pelabuhan hanya sebagai tempat keluar-masuk barang.
Pelabuhan adalah ekosistem ekonomi.
Karena itu, keberhasilan pelabuhan bukan hanya diukur dari:
berapa banyak container yang dipindahkan,
tetapi juga dari:
seberapa efisien rantai logistik bekerja,
seberapa sehat persaingan berlangsung,
dan
seberapa banyak pelaku usaha dapat tumbuh di dalamnya.
KIPPI mengajak para pihak membangun:
PORT LOGISTICS INCLUSIVE ECOSYSTEM
Efficient. Competitive. Inclusive.
KOMITE INDEPENDEN PEMANTAU PELABUHAN INDONESIA (KIPPI)
Jakarta, 22 September 2026
H. Nurjamal Khalik
Ketau Divisi Advokasi
Dihubungkan otomatis
Jejak isu terkait
Liputan lain yang menyebut tokoh atau lembaga yang sama, diurutkan menurut waktu.
KIPPI Serukan Port Logistics Inclusive Ekosytem Di Indonesia
Anda sedang membaca
Artikel ini diarsipkan dari berpacu.com.
Newsletter
Ringkasan sepekan, langsung ke email Anda
Artikel paling banyak dibaca serta analisis dan laporan data terbaru Berpacu, dikirim setiap Senin pagi. Gratis.
Terhubung lewat aktor & isu



